Ketika mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang, belajar bahasa Jepang bukan satu-satunya hal yang perlu dilakukan. Mengenal kebiasaan dan kehidupan sehari-hari di Jepang juga dapat membantu calon pekerja migran beradaptasi ketika nantinya tinggal dan bekerja di sana.
Salah satu kebiasaan yang menarik untuk diketahui adalah bento (弁当), yaitu makanan yang dikemas dalam kotak dan dapat dibawa untuk disantap di luar rumah.
Bento bahkan telah dikenal secara luas di luar Jepang dengan istilah “Bento”. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menyebut bento sebagai bagian dari budaya makanan Jepang yang memiliki sejarah panjang.
Apa Itu Bento?
Bento (弁当) adalah makanan yang disiapkan dan dikemas dalam sebuah kotak untuk dibawa dan dimakan di luar rumah. Isi bento umumnya terdiri dari nasi, lauk, sayuran, dan makanan pendamping. Bento dapat dibuat sendiri dari rumah maupun dibeli di berbagai tempat, seperti minimarket (konbini), supermarket, stasiun, atau toko khusus bento. Karena praktis dan mudah dibawa, bento menjadi salah satu pilihan makanan bagi masyarakat Jepang, termasuk pekerja yang memiliki aktivitas padat.
Apakah Semua Pekerja di Jepang Makan Bento?
Tidak semua pekerja di Jepang makan siang dengan bento. Ada yang membawa bekal dari rumah, membeli bento di toko, atau makan di restoran dan kantin di sekitar tempat kerja. Bagi pekerja migran Indonesia, membawa bekal dari rumah bisa menjadi salah satu pilihan untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas kerja sekaligus mengatur pengeluaran sehari-hari. Bento juga tersedia dalam berbagai jenis dan harga. Jadi, pekerja dapat memilih makanan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Bento Bisa Menjadi Pilihan untuk Menghemat Pengeluaran
Salah satu hal yang penting diperhatikan ketika tinggal di Jepang adalah mengatur pengeluaran. Biaya makan sehari-hari tentu perlu disesuaikan dengan pendapatan dan kebutuhan lainnya.
Membawa bento dari rumah dapat menjadi salah satu cara untuk mengatur biaya makan. Bekal tidak harus selalu rumit. Nasi, lauk sederhana, dan sayuran yang disiapkan dari rumah sudah dapat menjadi bekal untuk makan siang. Selain lebih mudah mengatur pengeluaran, menyiapkan makanan sendiri juga dapat membantu pekerja menyesuaikan menu dengan selera dan kebutuhannya.
Bento Bukan Sekadar Bekal
Bento menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Jepang.
Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) mencatat bahwa budaya bento memiliki sejarah panjang. Salah satu bentuk bento yang berkembang dalam sejarah Jepang adalah makunouchi bento, yang dikaitkan dengan kebiasaan makan di sela pertunjukan teater pada zaman Edo.
Saat ini, bentuk dan jenis bento semakin beragam. Ada bento untuk kebutuhan sehari-hari, perjalanan, acara tertentu, hingga bento yang dibuat dengan tampilan karakter atau bentuk yang menarik.
Seperti kyaraben (キャラ弁) atau character bento, yaitu bento yang ditata menyerupai karakter, hewan, atau bentuk tertentu. Selain itu, ada juga ekiben (駅弁), yaitu bento yang dijual di stasiun dan sering menjadi pilihan saat bepergian menggunakan kereta.
Beragam jenis bento tersebut menunjukkan bahwa makanan juga menjadi bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Calon Pekerja Migran?
Bekerja di Jepang bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan. Calon pekerja migran juga perlu mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan sehari-hari di lingkungan yang memiliki bahasa, budaya, aturan, dan kebiasaan yang berbeda.
Hal-hal sederhana seperti memahami kebiasaan makan, menjaga kebersihan, menggunakan transportasi umum, mengikuti aturan di tempat kerja, hingga berkomunikasi dengan rekan kerja dapat membantu proses adaptasi selama tinggal di Jepang.
Karena itu, belajar bahasa Jepang dan mengenal budaya Jepang sejak sebelum keberangkatan merupakan bagian penting dari persiapan.