Impian bekerja di Jepang sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Alih-alih berangkat ke Negeri Sakura, banyak calon peserta yang justru kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah.
Agar niat baikmu mengubah nasib tidak berujung duka, kenali ciri-ciri LPK Jepang yang tidak terpercaya berikut ini sebelum kamu menyetorkan uang sepeser pun.
1. Tidak Transparan Mengenai Legalitas dan Proses Pemberangkatan
Lembaga yang berwenang memberangkatkan peserta magang ke Jepang wajib mengikuti ketentuan yang berlaku dan memiliki kerja sama resmi sesuai regulasi pemerintah.
Tidak semua LPK harus memiliki izin Sending Organization (SO) sendiri. Banyak LPK yang fokus pada pelatihan bahasa dan keterampilan, kemudian bekerja sama dengan mitra yang memiliki izin resmi untuk proses pemberangkatan.
Yang perlu diwaspadai adalah lembaga yang tidak dapat menjelaskan legalitasnya, tidak transparan mengenai mitra pemberangkatan, atau memberikan informasi yang berubah-ubah mengenai proses keberangkatan.
- Tanyakan legalitas lembaga secara langsung.
- Pastikan proses pemberangkatan dijelaskan dengan jelas.
- Cari informasi mengenai mitra resmi yang digunakan.
2. Menjanjikan "Pasti Berangkat" Tanpa Seleksi
Program magang maupun kerja ke Jepang memiliki tahapan seleksi yang wajib dilalui peserta. Jika ada pihak yang menawarkan keberangkatan instan hanya dengan membayar sejumlah uang tanpa tes atau pelatihan, kamu perlu berhati-hati.
- Seleksi administrasi.
- Pemeriksaan kesehatan.
- Wawancara (Mensetsu).
- Pelatihan bahasa Jepang.
- Persiapan dokumen keberangkatan.
3. Alamat Kantor dan Tempat Pelatihan Tidak Jelas
LPK yang profesional memiliki kantor operasional, ruang kelas pelatihan, jadwal belajar yang jelas, serta tenaga pengajar yang dapat ditemui secara langsung.
Sebaliknya, lembaga yang tidak terpercaya sering kali sulit ditemukan alamatnya atau berpindah-pindah lokasi tanpa informasi yang jelas.
- Cek alamat melalui Google Maps.
- Lihat ulasan dan rating peserta sebelumnya.
- Kunjungi langsung lokasi pelatihan jika memungkinkan.
4. Menahan Dokumen Asli Tanpa Alasan yang Jelas
Calon peserta perlu berhati-hati apabila diminta menyerahkan dokumen asli seperti ijazah, akta kelahiran, atau kartu keluarga untuk disimpan dalam waktu lama tanpa dasar hukum yang jelas.
Umumnya dokumen asli hanya diperlukan untuk proses verifikasi dan akan dikembalikan setelah pengecekan selesai.
- Simpan dokumen asli milikmu sendiri.
- Berikan salinan atau hasil scan jika diperlukan.
- Mintalah penjelasan tertulis apabila ada permintaan penahanan dokumen.
5. Menyarankan Penggunaan Visa yang Tidak Sesuai
Waspadai apabila ada pihak yang menyarankan penggunaan visa wisata atau visa kunjungan untuk bekerja di Jepang. Penggunaan visa yang tidak sesuai dapat menimbulkan masalah hukum dan berisiko deportasi.
- Pastikan visa sesuai dengan program yang diikuti.
- Tanyakan jenis visa yang akan digunakan sebelum keberangkatan.
- Pastikan seluruh dokumen diterbitkan secara resmi.
Mengapa Memilih LPK JINET?
Kami memahami kekhawatiran calon peserta dalam memilih lembaga pelatihan kerja Jepang. Oleh karena itu, transparansi dan pendampingan menjadi prioritas utama kami.
- Legalitas Jelas dan proses yang transparan.
- Kantor dan Pusat Pelatihan yang dapat dikunjungi langsung.
- Informasi Biaya Terperinci sesuai tahapan program.
- Pendampingan Lengkap mulai dari pelatihan hingga keberangkatan ke Jepang.
- Kerja Sama dengan Mitra Terpercaya untuk mendukung proses penempatan peserta.
Kesimpulan
Jangan mudah tergiur oleh janji keberangkatan instan atau biaya murah tanpa penjelasan yang jelas. Pastikan kamu memilih LPK yang memiliki rekam jejak baik, proses transparan, dan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan bahasa Jepang dan persiapan keberangkatan? Hubungi tim LPK JINET atau kunjungi kantor kami untuk konsultasi secara langsung.