Butuh Bantuan? Hubungi Kami
WhatsApp LPK JINET

Hemat dan Aman: Panduan Buka Rekening Bank dan Kirim Uang dari Jepang ke Indonesia

Panduan buka rekening bank di Jepang dan tips kirim uang ke Indonesia untuk pekerja migran.
Panduan buka rekening bank di Jepang dan tips kirim uang ke Indonesia untuk pekerja migran.

Bekerja di Jepang bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, tetapi juga bagaimana mengelola gaji dengan baik. Bagi pekerja asing, termasuk Ginō Jisshūsei (技能実習生) dan pekerja berketerampilan spesifik atau Tokutei Ginō (特定技能), memahami sistem perbankan dan pengiriman uang internasional dapat membantu mengatur keuangan selama tinggal di Jepang.

Mulai dari membuka rekening bank hingga memilih layanan pengiriman uang (gaikoku soukin/外国送金) ke Indonesia, ada beberapa hal yang sebaiknya dipahami sebelum melakukan transaksi.

1. Membuka Rekening Bank di Jepang

Setelah tinggal dan bekerja di Jepang, memiliki rekening bank dapat memudahkan berbagai kebutuhan, seperti menerima gaji, membayar kebutuhan sehari-hari, dan mengelola tabungan.

Salah satu bank yang dapat digunakan oleh warga asing adalah Japan Post Bank (Yūcho Ginkō). Japan Post Bank menerima pembukaan rekening bagi warga asing yang memiliki tempat tinggal di Jepang, tetapi persyaratan dan proses pemeriksaan tetap berlaku.

Bagi pemegang status Technical Intern Training, misalnya, pihak bank dapat meminta dokumen identitas tambahan di luar persyaratan utama. Selain itu, proses pembukaan rekening dapat membutuhkan waktu sedikit lebih lama karena adanya prosedur verifikasi yang wajib dilakukan.

Dokumen yang Sebaiknya Disiapkan

Persyaratan dapat berbeda menurut bank dan jenis prosedur, tetapi calon nasabah asing umumnya perlu menyiapkan:

Japan Post Bank secara resmi meminta warga negara asing menunjukkan Residence Card dan dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum rekening dibuka.

Bagaimana Prosesnya?

Secara umum, calon nasabah perlu mengajukan permohonan kepada bank, mengisi informasi yang diperlukan, dan menjalani proses verifikasi identitas.

Namun, jangan menganggap rekening pasti langsung selesai pada hari yang sama. Japan Post Bank menjelaskan bahwa pembukaan rekening bagi warga asing dapat membutuhkan waktu dan dalam beberapa kasus buku tabungan dapat dikirim ke alamat tempat tinggal setelah proses pemeriksaan selesai.

Karena itu, sebaiknya siapkan dokumen dengan lengkap dan ikuti petunjuk dari bank yang dipilih.

2. Pilihan Layanan Pengiriman Uang dari Jepang ke Indonesia

Setelah menerima gaji, sebagian pekerja mungkin ingin mengirim sebagian penghasilannya kepada keluarga di Indonesia. Selain transfer melalui bank, tersedia berbagai layanan remitansi, yaitu layanan yang memungkinkan seseorang mengirim uang dari Jepang ke Indonesia secara internasional. Sebelum melakukan transfer, penting untuk membandingkan biaya pengiriman, nilai tukar, metode penerimaan, dan waktu yang dibutuhkan agar keluarga menerima dana. Beberapa layanan yang dapat menjadi pilihan antara lain:

SBI Remit

SBI Remit menyediakan layanan pengiriman uang dari Jepang ke Indonesia, baik melalui transfer ke rekening bank maupun pengambilan tunai. Untuk transfer ke rekening bank Indonesia, SBI Remit menyebut dana dapat diterima paling cepat sekitar 10 menit setelah proses deposit, meskipun waktu aktual dapat bergantung pada kondisi bank penerima.

SBI Remit juga menyediakan Remit Card yang dapat digunakan untuk melakukan deposit melalui ATM Japan Post dan Lawson Bank. (remit.co.jp)

KYODAI Remittance

KYODAI Remittance juga menyediakan layanan pengiriman uang dari Jepang ke Indonesia dengan pilihan penerimaan yang mencakup rekening bank dan metode lainnya. Biaya pengiriman berbeda berdasarkan nominal dan metode yang digunakan.

KYODAI juga menyediakan kartu remitansi yang dapat digunakan di sejumlah ATM, termasuk Japan Post Bank dan Lawson Bank, setelah pengguna melakukan pendaftaran. (kyodairemittance.com)

TransferWise (Wise)

Wise merupakan salah satu layanan transfer internasional yang mendukung pengiriman dari Jepang ke Indonesia. Pengguna dapat melakukan transfer JPY dan penerima dapat menerima dana dalam Rupiah Indonesia melalui metode yang tersedia. Biaya transfer dan nilai tukar perlu diperiksa terlebih dahulu karena dapat berbeda berdasarkan jumlah dan metode pembayaran yang dipilih. (wise.com)

Brastel Remit

Brastel Remit menyediakan layanan pengiriman uang internasional melalui aplikasi. Layanan ini juga menyediakan opsi deposit menggunakan kartu deposit pada ATM tertentu, sehingga pengguna tidak selalu harus datang langsung ke kantor layanan. (brastelremit.jp)

3. Tips Menghemat Biaya Pengiriman Uang

Gunakan Metode Deposit yang Sesuai

Beberapa layanan menyediakan kartu deposit yang memungkinkan pengguna menyetor uang tunai melalui ATM tertentu. Misalnya, SBI Remit menyediakan deposit melalui Japan Post Bank dan Lawson Bank ATM. KYODAI juga menyediakan layanan deposit melalui sejumlah ATM untuk pengguna yang telah terdaftar.

Bandingkan Biaya dan Nilai Tukar

Jangan hanya melihat tulisan “biaya transfer murah”. Periksa juga nilai tukar dan jumlah Rupiah yang akan diterima keluarga. Layanan dengan biaya transfer lebih rendah belum tentu menghasilkan jumlah Rupiah yang lebih besar jika nilai tukarnya kurang menguntungkan.

Simpan Bukti Pengiriman Uang

Simpan bukti transaksi setiap kali melakukan pengiriman uang ke Indonesia.

Dokumen tersebut penting sebagai catatan keuangan pribadi. Selain itu, bukti pengiriman uang dapat menjadi bagian dari Documents Concerning Remittances apabila Anda ingin mengajukan pengurangan pajak tertentu terkait anggota keluarga yang tinggal di luar Jepang dan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap pengiriman uang otomatis memberikan potongan pajak. Ada persyaratan mengenai hubungan keluarga, kondisi anggota keluarga, serta dokumen pengiriman uang yang harus dipenuhi. Untuk kategori tertentu, National Tax Agency Jepang juga menetapkan ketentuan remittance sebesar ¥380.000 atau lebih per tahun.

Rencanakan Pengiriman Secara Teratur

Daripada melakukan banyak transaksi kecil tanpa perencanaan, buat anggaran pengiriman berdasarkan kebutuhan keluarga dan kemampuan finansial Anda.

Namun, jangan hanya menggabungkan kiriman demi mengurangi jumlah transaksi. Pertimbangkan juga kebutuhan keluarga, biaya layanan, nilai tukar, serta batas pengiriman yang berlaku pada layanan yang digunakan.

4. Jangan Lupakan Keamanan Finansial

Bekerja di luar negeri menuntut kita untuk bijak mengelola keuangan. Selain menghemat biaya transfer dan menjaga keamanan rekening serta data pribadi, ingatlah untuk selalu menyisihkan dana operasional harian di Jepang. Jangan sampai seluruh gaji dikirimkan tanpa menyisakan cadangan yang aman untuk diri sendiri.

Jangan pernah memberikan PIN, password, kode OTP, kartu ATM, atau akses akun bank kepada orang lain.

Gunakan hanya layanan pengiriman uang yang resmi dan terdaftar. Di Jepang, Financial Services Agency (FSA) menyediakan daftar penyedia jasa keuangan yang telah memperoleh izin, lisensi, atau registrasi. FSA sendiri merupakan lembaga pemerintah Jepang yang bertugas mengawasi seluruh sektor keuangan. Anda dapat mengecek situs resmi FSA untuk memastikan penyedia jasa remittance yang Anda gunakan berstatus legal demi menjamin keamanan dana dan melindungi Anda dari risiko penipuan.

Jangan pula meminjamkan atau menjual rekening, buku tabungan, maupun kartu ATM kepada orang lain. Japan Post Bank secara khusus memperingatkan bahwa memberikan rekening atau kartu kepada orang lain untuk digunakan adalah tindakan ilegal.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Berapa lama pelatihan di LPK JINET sebelum berangkat ke Jepang?

Pelatihan terdiri dari 1 bulan kelas Pra Job Matching, kemudian dilanjutkan 6 bulan pelatihan intensif setelah peserta lolos interview perusahaan Jepang.

Apakah LPK JINET sudah terdaftar resmi sebagai Sending Organization?

Ya, LPK JINET sudah terdaftar resmi di Kementerian Tenaga Kerja sebagai LPK Sending Organization dengan Izin SO Nomor: 2/292/HK.03.01/II/2024.

Apa saja bidang pekerjaan yang tersedia di program magang Jepang?

Bidang yang tersedia antara lain pengolahan makanan, pertanian, dan konstruksi. Bidang disesuaikan dengan kualifikasi dan minat peserta.