Butuh Bantuan? Hubungi Kami
WhatsApp LPK JINET

Jepang Makin Cashless: PayPay, Suica, dan Metode Pembayaran yang Perlu Diketahui Pekerja Migran

Jepang Makin Cashless: PayPay, Suica, dan Metode Pembayaran yang Perlu Diketahui Pekerja Migran
Kemampuan bahasa Jepang yang baik akan membuka lebih banyak peluang kerja dan pendidikan di Jepang.

Jepang selama ini dikenal sebagai negara yang masih banyak menggunakan uang tunai (cash). Namun, kebiasaan tersebut terus berubah seiring meningkatnya penggunaan pembayaran nontunai. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI), rasio pembayaran cashless di Jepang mencapai 58,0% pada 2025, dengan nilai transaksi sekitar ¥162,7 triliun.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital dan nontunai semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Jepang. Meski demikian, uang tunai belum sepenuhnya ditinggalkan sehingga pendatang baru tetap sebaiknya memahami baik metode pembayaran digital maupun tunai.

Bagi pekerja asing, termasuk Ginō Jisshūsei (技能実習生) dan pekerja berketerampilan spesifik atau Tokutei Ginō (特定技能), memahami berbagai metode pembayaran di Jepang dapat membantu proses adaptasi kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa layanan pembayaran yang penting untuk diketahui sebelum atau setelah mulai tinggal di Jepang.

1. PayPay: Salah Satu Pembayaran QR Terpopuler di Jepang

Jika di Indonesia kita mengenal QRIS, GoPay, atau OVO, Jepang memiliki PayPay, salah satu layanan pembayaran berbasis QR code yang sangat populer. PayPay melaporkan jumlah pengguna terdaftarnya telah mencapai 75 juta pada Agustus 2026, sementara Reuters menyebut PayPay sebagai pemimpin pasar pembayaran QR code di Jepang.

Fungsi Utama

PayPay dapat digunakan untuk melakukan pembayaran di berbagai toko dan layanan yang menerima PayPay, termasuk sejumlah minimarket, restoran, supermarket, dan toko lainnya

Keunggulan Untuk Pekerja

Bagi pekerja baru, PayPay dapat menjadi salah satu pilihan pembayaran digital yang praktis untuk dipelajari.

2. Suica & PASMO: Praktis untuk Transportasi dan Belanja

Selain aplikasi pembayaran, pekerja di Jepang juga akan sering menemukan IC Card seperti Suica dan PASMO. Keduanya merupakan kartu elektronik prabayar yang dapat digunakan untuk transportasi dan pembayaran di berbagai tempat yang mendukung layanan tersebut.

Suica juga tersedia dalam versi mobile pada perangkat yang kompatibel. JR East menjelaskan bahwa Mobile Suica dapat digunakan untuk transportasi, pembelian, pengecekan saldo, hingga pengisian saldo melalui perangkat yang didukung.

Fungsi Utama

Bagi pekerja yang setiap hari menggunakan kereta atau bus, memiliki IC card seperti Suica atau PASMO dapat membuat perjalanan dan transaksi kecil menjadi lebih praktis.

3. Rakuten Pay: Alternatif Pembayaran dengan Sistem Poin

Selain PayPay, Rakuten Pay merupakan salah satu layanan pembayaran digital yang dapat digunakan untuk transaksi di Jepang. Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi menggunakan kode atau QR, dan layanan ini terhubung dengan ekosistem Rakuten.

Salah satu daya tariknya adalah Rakuten Points serta berbagai program promosi yang dapat berubah sesuai periode. Rakuten Pay masih menjalankan berbagai program poin dan kampanye pada 2026.

Bagi pengguna yang sudah menggunakan layanan Rakuten lainnya, Rakuten Pay dapat menjadi salah satu pilihan pembayaran tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tips Bertransaksi Digital untuk Pekerja Baru di Jepang

1. Pahami Persyaratan Setiap Layanan

Sebelum menggunakan aplikasi pembayaran, periksa persyaratan terbaru terkait nomor telepon, identitas, rekening bank, kartu pembayaran, dan verifikasi akun. Persyaratan dapat berbeda antara satu layanan dengan layanan lainnya.

2. Siapkan Metode Pengisian Saldo

Jika menggunakan PayPay, saldo dapat diisi dengan uang tunai melalui ATM Seven Bank atau Lawson Bank.

Untuk layanan seperti Suica, metode pengisian saldo mengikuti sistem dan perangkat yang digunakan. Karena itu, sebaiknya pelajari metode top-up yang sesuai sebelum menggunakannya.

3. Tetap Simpan Uang Tunai

Walaupun penggunaan pembayaran nontunai semakin meningkat, uang tunai masih digunakan di Jepang. Bank of Japan juga menilai bahwa kebutuhan terhadap uang tunai tidak akan langsung hilang di tengah perkembangan digitalisasi pembayaran.

Karena itu, pekerja baru sebaiknya memiliki kombinasi metode pembayaran digital dan uang tunai sebagai cadangan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Berapa lama pelatihan di LPK JINET sebelum berangkat ke Jepang?

Pelatihan terdiri dari 1 bulan kelas Pra Job Matching, kemudian dilanjutkan 6 bulan pelatihan intensif setelah peserta lolos interview perusahaan Jepang.

Apakah LPK JINET sudah terdaftar resmi sebagai Sending Organization?

Ya, LPK JINET sudah terdaftar resmi di Kementerian Tenaga Kerja sebagai LPK Sending Organization dengan Izin SO Nomor: 2/292/HK.03.01/II/2024.

Apa saja bidang pekerjaan yang tersedia di program magang Jepang?

Bidang yang tersedia antara lain pengolahan makanan, pertanian, dan konstruksi. Bidang disesuaikan dengan kualifikasi dan minat peserta.