Pindah dan bekerja di luar negeri seperti Jepang memang menjadi impian banyak orang. Namun, apa yang terjadi jika tiba-tiba tubuh Anda drop dan jatuh sakit di sana? Jauh dari keluarga, keterbatasan bahasa, serta sistem medis yang berbeda sering kali membuat pekerja migran merasa panik dan bingung harus berbuat apa.
Agar Anda tetap tenang dan tahu langkah yang tepat, berikut adalah panduan mendasar yang harus dilakukan ketika sakit di Negeri Sakura.
1. Siapkan Kartu Hokken (Asuransi Kesehatan Nasional)
TSetiap pekerja resmi di Jepang wajib memiliki asuransi kesehatan, salah satunya adalah Shakai Hoken (Asuransi Sosial/Karyawan).
- Apa fungsinya? Kartu ini adalah "penyelamat" kantong Anda. Dengan menunjukkan kartu Hokken saat berobat, Anda hanya perlu membayar 30% saja dari total biaya medis. Sisa 70% ditanggung oleh pemerintah dan asuransi.
- Tips: TSelalu bawa kartu ini di dalam dompet Anda ke mana pun Anda pergi.
2. Cari Klinik Terdekat (Klinik/Naika), Bukan Langsung ke Rumah Sakit Besar
Hampir sama dengan di Indonesia di mana kita punya sistem bertingkat BPJS, di Jepang pun sistemnya bertingkat.
- Datang ke Klinik Umum (Naika):Untuk gejala umum seperti demam, flu, batuk, atau sakit perut, datanglah ke klinik lokal terdekat terlebih dahulu.
- Aturan RS Besar: Jika Anda langsung datang ke RS besar tanpa surat rujukan (shokaijo) dari klinik kecil, Anda akan dikenakan biaya administrasi tambahan yang cukup mahal (Senshin Iryo).
3. Pahami Jam Kerja Klinik di Jepang
Klinik di Jepang memiliki jadwal yang sangat disiplin dan terkadang unik. Umumnya mereka tutup pada hari Minggu dan hari libur nasional. Selain itu, banyak klinik yang tutup di paruh kedua hari Rabu atau Kamis (buka setengah hari).
- 💡 Penting: Pastikan Anda memeriksa jam operasional klinik terdekat via Google Maps sebelum memutuskan untuk berjalan kaki ke sana dalam kondisi lemas.
4. Gunakan Aplikasi Penerjemah atau Layanan Hot Line Medis
Kendala bahasa adalah tantangan terbesar pekerja asing saat menjelaskan gejala penyakit kepada dokter (Isha). Jika kemampuan bahasa Jepang Anda masih terbatas:
- Manfaatkan aplikasi seperti Google Translate untuk menerjemahkan gejala spesifik (misal: "pusing berputar", "nyeri ulu hati").
- Di beberapa prefektur besar, terdapat layanan telepon darurat khusus orang asing yang menyediakan penerjemah medis gratis saat Anda berada di klinik.
5. Hubungi Kontak Darurat Jika Kondisi Kritis
Jika terjadi kondisi darurat yang mengancam nyawa dan Anda membutuhkan bantuan segera:
- 1.Bagi peserta magang disarankan menghubungi pihak Penerjemah.
- Umumnya bisa hubungi nomor 119.
- HoRenSo
- Houkoku : Laporkan kejadian
- Renraku : Informasikan dengan jelas
- Soudan : Konsultasikan langkah selanjutnya